Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2022

IN HOUSE TRAINING (IHT) UPTD. SD ISLAM NEGERI COKROAMINOTO 2 KALABAHI “MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA MELALUI PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK”

Gambar
  Peserta IHT dan Narasumber Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran Intrakulikuler  yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan penguatan kompetensi. Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses perancangan yang menghasilkan  suatu alat yang lebih baik yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Visi pendidikan Indonesia yaitu Mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman dan bertaqwa dan berakhlak mulia, bergotong royong dan berkebhinekaan global. Untuk mencapai Visi tersebut  hadir Kurikulum Merdeka yang diimplementasikan melalui Program Sekolah Penggerak ini dapat  mendorong satuan pendidikan melakukan proses transformasi diri  agar dapat meningkatkan capaian hasil belajar peserta didik secara holistik baik dari aspek kognitif yaitu literasi dan numerasi dan Non Kognitif berup

SUPERSEMAR

Gambar
 Serangan Oemoem 1 Maret 1949 --- Jauh sebelun serangan 1 Maret 1949, Pak Harto menghadap Jendral Soedirman dan menyampaikan, " Pak, Saya ingin menyerang Belanda di Yogyakarta." "Iya, silahkan. Kalau kamu sukses, maka kamu akan jadi orang. Tapi, kalau gagal, saya tidak ingin melihat orang yang menanggung, ada di hadapan saya," begitulah jawaban Jendral Soedirman kepada Soeharto. Singkat, padat, tapi sangat tandas. Dalam penuturan Pak Harto saat itu, sesudah mendapat restu yang tandas dari Jendral Soedirman, Pal Harto bertemu dengan Sultan HB IX, di Keraton Yogyakarta. • Saat itu, Yogyakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia sejak 4 Januari 1946, memiliki peran yang sangat strategis dalam proses perjuangan Bangsa Indonesia. Jendral Soedirman menunjuk Soeharto sebagai Komandan Pasukan Keamanan Ibu Kota Yogyakarta. Pertimbanganya, Soeharto merupakan putera kelahiran Yogyakarta, sehingga lebih mengetahui wilayah Yogyakarta dan memiliki pergaulan dengan masyaraka